Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Silsilah Satya Buddha > Lama Agung Daerji Memainkan Musik Sukacita Menyambut Buddha Untuk Menyambut Buddha Hidup Lian-sheng


Lama Agung Daerji Memainkan Musik Sukacita Menyambut Buddha Untuk Menyambut Buddha Hidup Lian-sheng

 

Musik Sukacita Menyambut Buddha di Pusa Ding
 
Sumber : Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng, Buku 116
 
 
Di Gunung Wutai, kami berjalan dari Tai-huai-zhen menuju ke Pusa Ding  ( Puncak Bodhisattva ) yang paling tinggi. 
 
 Di atas Ling-jiue-feng di Tai-huai-zhen, vihara yang tertinggi adalah ‘Puncak Bodhisattva’ ( Pusa ding -  菩薩頂 ) dimana Manjusri Bodhisattva pernah menampakkan diri, oleh karena itu disebut juga Sala Wajah Sejati atau Manjusri-sala. ‘Pusa Ding’ didirikan pada masa Wei Utara dan direnovasi pada masa pemerintahan Wanli Dinasti Ming. 
 
Pada masa pemerintahan Yong-le Dinasti Ming, Lama dari Tibet dan Mongolia memasuki dan menetap di Gunung Wu-tai, Lama Agung menetap di ‘Pusa Ding’, ‘Pusa Ding’ merupakan pusat vihara tantrayana Tibet ( Gelugpa ) .
  
Pada masa  Manchuria Qing, Kaisar Kangxi dan Kaisar Qianlong beberapa kali tiba di Gunung Wutai, semua meninggalkan monument di ‘Pusa Ding’. Untuk menuju ke ‘Pusa Ding’ harus menaiki 108 anak tangga, tiba di puncak tangga ada monumen empat aksara dari Kaisar Kangxi : “Ling-feng Sheng-jing”
 
Di ‘Pusa Ding’ terdapat Manjusrisala yang dibangun dengan style Istana.
 
Saat saya tiba di Ling-feng Sheng-jing, pimpinan vihara ‘Lama Agung Daerji’ beserta 20 orang Lama vihara berbaris menyambut.
 
Kami saling bertukar persembahan hata.
Para Lama memainkan alat musik berupa ‘Sheng’, ‘Shaona’ dan lain sebagainya.
 
Saat itu adalah pagi hari 13 September 1995.
 
Bapak Liu, Wakil Kepala Daerah mengatakan : “Ini adalah Musik Sukacita Menyambut Buddha yang paling mulia.”
   
Konon, Musik Sukacita Menyambut Buddha ini hanya dimainkan tiga kali dalam masa bertahun-tahun.
  
Yang pertama adalah dimainkan satu kali saat menyambut kedatangan Karmapa ke 16.
 
Yang kedua adalah dimainkan untuk menyambut kedatangan Panchen Lama ke 10.
 
Yang ketiga adalah dimainkan untuk menyambut kedatngan Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu. 
 
Bapak Liu Wakil Kepala Daerah mengatakan :
“Musik Sukacita Menyambut Buddha ini tidak akan dimainkan apabila yang hadir bukan Buddha Hidup sejati.” 
 
Musik Sukacita Menyambut Buddha yang dimainkan oleh Para Lama ini sangat nyaring, berirama rancak, intonasinya anggun,  sungguh membuat orang terkesima. Kami berbaris memasuki Manjusrisala.
  
Saya menghaturkan namaskara di hadapan rupang Manjusri Bodhisattva dan Mahaguru Tsongkapa.
  
Sesungguhnya Manjusrisala merupakan Aula Belakang di Pusa Ding, setelah melewati Loteng Da-pai, tiba di Caturmaharajikasala, kemudian masuk ke Bhaktisala Utama, di belakang Bhaktisala Utama adalah Manjusrisala.
 
Manjusrisala disebut juga Sala Tetesan Air, sebab dari sebuah bagian di tengah lis atap sala tidak peduli musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin, mendung, cerah, hujan maupun turun salju, sepanjang tahun selalu menteskan air.
 
Dari Pusa Ding, memandang jauh ke empat penjuru, di sebelah Selatan nampak Puncak Bukit Selatan di Jinxiu Feng, di sebelah Timur nampak Puncak Bukit Timur di Wanghai Feng dan di sebelah Barat nampak Puncak Bukit Tengah di Cuiyan Feng. Juga nampak 17 Vihara pusat dari Taihuaizhen, tata letaknya sungguh sangat baik.
 
Di Pusa Ding, saat bernamaskara pada Manjusri Bodhisattva , saya bermeditasi pada :
 
Manjusri Kepandaian di Puncak Bukit Timur.
Manjusri Auman Singa di Puncak Bukit Barat.
Manjusri Prajna di Puncak Bukit Selatan.
Manjusri Tanpa Noda di Puncak Bukit Utara.
Manjusri Kumara di Puncak Bukit Tengah.
 
Lama Agung Daerji sangat hitam, paras wajahnya penuh kejujuran dan terus terang.
 
Dia mengatakan : “Buddha Hidup Lian-sheng nampak familiar, apakah Anda pernah tiba di Pusa Ding ?”
  
Saya menjawab : “Tidak pernah, seumur hidup ini yang pertama kali.”
 
Tiba-tiba ia menepuk kepala dan mengatakan :
“Beberapa hari yang lalu saya bermimpi berjumpa dengan Buddha Hidup menyertai Manjusri Bodhisattva, paras wajah Buddha Hidup itu sama persis dengan Anda.”
  
Saya hanya diam saja.
 
Lama Agung Daerji mengatakan kepada para lama :
“Buddha Hidup Lian-sheng Sheng-yen Lu ini, dalam mimpi saya beliau telah hadir di Pusa Ding, ini sungguh nyata.”
 
Tiba di Pusa Ding, timbul semacam rasa, akhirnya saya tiba di Gunung yang paling utama di antara Empat Gunung Suci Tiongkok, yaitu Gunung Wutai di Shanxi, akhirnya saya tiba secara langsung di Mahabodhimanda Manjusri Bodhisattva. Saya tidak pernah menyangka bahwa setelah Karmapa 16 dan Panchen Lama 10, saya adalah Buddha Hidup yang disambut menggunakan Musik Sukacita Menyambut Buddha.
  
Di Gunung Wutai saya telah memperhatikan bahwa lokasi ini merupakan sebuah lokasi dengan fengshui yang sangat baik.
 
Tidak heran seorang penyair menuliskan puisi :
 
Di tengah Cuiwei awan pegunungan dihisap dan dihembus,
Puluhan ribu lapis warna hijau muda dan biru tua ,
Pemandangan ini seharusnya hanya ada di surga,
Siapa sangka ternyata diri ini berada di Puncak Keluhuran.
  
  
Judul Asli :
達爾吉大喇嘛以「迎佛歡喜曲」迎接蓮生活佛
 
Sumber :
Diterjemahkan Oleh Lianhua Shian
 
◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?