Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Silsilah Satya Buddha > Dharmaraja Ganden Tripa Menjunjung Tinggi Dharmaraja Lian-sheng


Dharmaraja Ganden Tripa Menjunjung Tinggi Dharmaraja Lian-sheng

 

Dharmaraja Ganden Tripa dan Dharmaraja Lian-sheng
 
Sumber : Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng , Buku 120 
 
Dharmaraja Menganugerahkan Pusaka
 
Dharmaraja Ganden Tripa adalah Dharmaraja tertinggi di bawah Dalai Lama dalam Tantrayana Tibet, pada tanggal 5 September 1996 pukul 10 pagi Beliau mengunjungi Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu.
 
H.H Ganden Tripa saat ini merupakan Dharmaraja tertinggi Gelugpa di seluruh dunia.
 
Dharmaraja Ganden Tripa merepresentasikan penerus silsilah Tsongkapa Guru Leluhur Gelugpa, merupakan wakil ke 100 dari Mahaguru Tsongkapa.
 
Terdapat tiga vihara besar Gelugpa di Tibet, yaitu Vihara Ganden, Vihara Drepung dan Vihara Sera.
 
Dharmaraja Ganden Tripa merupakan pimpinan Vihara Ganden.
 
Kedudukan Dharmaraja Ganden Tripa berada di bawah satu tokoh saja, yaitu Dalai Lama.
 
Dharmaraja bertemu dengan saya di Zhenfo Miyuan.
 
Dharmaraja Ganden Tripa menganugerahkan pusaka-pusaka sebagai berikut :
 
1. Sebuah Rompi Dharmaraja Tantra.
2. Sebuah vajra Dharmaraja.
3. Sebuah gantha Dharmaraja.
4. Sebuah damaru Dharmaraja.
5. Pil Amrta yang telah diadhistana oleh pelafalan mantra secara langsung oleh Dalai Lama.
6. Tiga Mustika Dharma dari Guru Leluhur Tantra.
7. Obat-obatan berharga dalam Tantra.
 
  
Dharmaraja Ganden Tripa memberitahu saya :
“Rompi Dharmaraja yang dianugerahkan ini hanya dikenakan saat Upacara Agung, Rompi Dharmaraja ini mengandung Dharmabala tanpa batas, dalam proses pembuatannya bahkan tiap jahitannya semua dilakukan sambil menjapa mantra, Buddha Hidup Lian-sheng Sheng-yen Lu mengenakan Rompi Dharmaraja ini berarti adalah Maha Dharmaraja.”
  
Dharmaraja Ganden Tripa mengatakan :
“Vajra, gantha dan damaru, semua merupakan Dharmayudham yang telah dipakai oleh Dharmaraja selama bertahun-tahun, menyimbolkan arus Dharma Anuttara dari Gelugpa ada pada diri Dharmaraja Lian-sheng.”
 
Dharmaraja Ganden Tripa juga mengatakan :
“Pil Amrta ini terus dijapakan mantra hingga secara alami melahirkan pil amrta lain, demikian penjapaan mantra baru dihentikan. Sedangkan obat-obatan Tantra yang sangat berharga ini jangan sampai terkena sinar matahari, hanya boleh dimakan di ruangan gelap sebelum bermeditasi, maka khasiatnya akan meningkat ratusan kali lipat.”
 
Selain itu, Tiga Mustika Pusaka Guru Leluhur Tantra merupakan Guhya dalam Guhya.
 
 
 
- Dharmaraja Ganden Tripa Mempersembahkan Hata –
 
Dharmaraja Ganden Tripa bersama Lading Rinpoche dan Tianqing Geshe tiba di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dan Rainbow Villa untuk menghaturkan hata kepada Buddha Bodhisattva.
  
Dharmaraja melontarkan sepuluh helai hata.
Kesepuluh helai hata tersebut tergantung di tangan Buddha Bodhisattva.
 
Tianqing Geshe mengatakan :
“Biasanya saat Dharmaraja melontarkan hata, apabila diantara sepuluh helai ada tiga helai yang tergantung di tangan, ini adalah kejadian wajar, namun hari ini sungguh berbeda, sepuluh helai hata semuanya mendarat di tangan, sungguh luar biasa.”
 
Dharmaraja Ganden Tripa mengatakan :
“Buddha Bodhisattva di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple dan Rainbow Villa sungguh luar biasa, begitu saya melontarkan hata, langsung terjadi respon spiritual di mana Buddha Bodhisattva mengulurkan tangan menerima, oleh karena itu kesepuluh helai hata semua mendarat di tangan, sungguh fenomena tak terperikan.”
 
Dharmaraja Ganden Tripa mengatakan :
“Lokasi ini merupakan lokasi mustika untuk bermeditasi.”
 
  
 ▲  Dharmaraja Lian-sheng Bersama Sasanapati Gelugpa Dharmaraja Ganden Tripa Mengadhistana Upacara Agung. 
 
- Dharmaraja Ganden Tripa Berdharmadesana –
 
Pada tanggal 7 September 1996 pukul satu siang, Dharmaraja Ganden Tripa bersama saya duduk di atas Dharmasana, saya berada di tengah, Dharmaraja Ganden Tripa duduk di sisi tangan kanan saya. Sedangkan di bagian bawah depan saya duduk Acarya Lian-shi selaku pimpinan upacara.
 
Bersama Dharmaraja Ganden Tripa, saya mengadhistana Upacara Agung Penyeberangan Arwah.  
 
Dalam Dharmadesana Dharmaraja Ganden Tripa, Beliau menekankan hal-hal penting dalam bhavana tantra :
 
1. Satya Dharma : Sakyamuni Buddha telah mentransmisikan Satya Dharma, baik itu metode dalam sutrayana maupun tantrayana, semuanya harus didalami oleh penekun tantra, tidak boleh karena tantra disebut sebagai metode tercepat dalam mencapai Kebuddhaan pada kehidupan kali ini juga maka Anda meremehkan Mahayana dan hinayana, kita harus memiliki fondasi penguasaan sutrayana, kemudian barulah menekuni tantrayana, asalkan Satya Dharma, maka kita hendaknya berlindung dengan sebaik-baiknya.
 
2. Perhatian Benar : Bhavana harus dilandasi perhatian benar, ini merupakan salah satu dari Delapan Kebenaran Mulia, merupakan perhatian akan Dharma yang menghindarkan dari kesesatan. 
 
Dalam Sraddotpada Sastra ada tertulis : “Apabila batin kacau, hendaknya dikendalikan bersemayam pada perhatian benar.” 
 
Dalam Komentar Sutra Pengamatan yang disusun oleh Mahabhiksu Huiyuan, ada tertulis : “Melepaskan atribut memasuki kesejatian, ini dinamakan Samyak-smrti.”
 
3. Bodhicitta : Yaitu niat untuk merealisasi Kebenaran Sejati atau tekad untuk merealisasi Sambodhi. Sadhaka harus mempunyai Carya-bodhicitta, Paramartha-bodhicitta dan terakhir harus mempunyai Samadhi-bodhicitta.
  
4. Mulacarya Sebagai Akar Pencerahan : Dharmaraja Ganden Tripa paling menitik beratkan mengenai Mahamulacarya, Beliau mengatakan bahwa silsilah tantra sangat penting, Mulacarya sangat penting, ajaran dan bimbingan Mulacarya merupakan sumber pencerahan dari para siswa, Sadhana Guru Yoga merupakan Mahasadhana Akar yang paling utama, tanpa Mulacarya maka tidak ada adhistana silsilah dan abhiseka, tanpa adanya adhistana silsilah dan abhiseka maka tidak akan bisa tercerahkan. 
  
5. Sadhana Yidam : Yang Semula Ada dan merupakan Adinata yang Terunggul dalam merealisasi Lokuttara, maka dinamakan Yidam.  Dikarenakan di antara semua Adinata merupakan yang paling dijunjung tinggi, maka dinamakan Yidam. Dalam Tantrayana memilih satu adinata yang paling berafinitas erat, inilah Yidam. Ini dinamakan Yidam Prajna. 
  
Menurut Dharmaraja Ganden Tripa, Sadhana Yidam sangat penting, sebab sadhaka tantra harus beryukta dengan yidam, pada akhirnya harus menjadi yidam, menjadikan Ksetra-parisuddhi dari yidam sebagai tempat berpulang.
 
  
 
- Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng -
 
 
Mengenai Sadhana Yidam, saya menambahkan penegasan pada Yidam Kekuatan Sendiri.
 
Terlebih dahulu, nadi hati harus memancarkan sinar parisuddhi lima warna.
 
1. Sinar Parisuddhi lima warna dari nadi hati ini harus direalisasi oleh sadhaka melalui perjumpaan dengan bindu subtil lima warna, bagaikan bulu merak yang berbentuk mata dan berwarna hijau kumala berpadu dengan aneka warna , bagaikan riak lima warna yang timbul dari air kolam yang dilempari batu, ini merupakan pengelihatan tahap pertama.
 
2. Bindu subtil lima warna perlahan mengumpul dan nampak, ada yang vertikal dan ada yang horisontal, ada kalanya menjadi separuh untaian permata, ada kalanya berbentuk Padma, ada kalanya berbentuk Diwang Mingzhu, ada kalanya Stupa Ratna, semakin membesar, bagaikan mangkuk, bagaikan perisai, bagaikan rantai Vajra. Ini merupakan pengelihatan tahap kedua dari sadhaka tantra, Rantai Vajra sebagai yang terutama.
 
Pembentukan Rantai Vajra sangat penting, dalam Tantra Mutiara Emas ada tertulis : “Apabila ingin memahami makna rahasia Para Buddha, maka lakukan pengamatan pada tubuh Rantai Vajra. Apabila ingin memperoleh pahala Para Buddha, jangan meninggalkan Rantai Vajra. Apabila ingin memahami atribut akumulasi dan atribut perbedaan dari sarvadharma, maka lakukan pengamatan pada keberadaan Rantai Vajra. Apabila ingin mencerahi Sarvaguhyajnana, maka harus melakukan pengamatan pada cahaya Rantai Vajra.”
 
3. Pergerakan Rantai Vajra secepat meteor,  dalam perputarannya menampilkan pasamuan Buddha setengah badan, kemunculan Buddha ini merupakan tahapan ketiga.
  
4. Pada tahapan keempat, muncullah Buddha sekujur tubuh dan Buddha manifestasi, cahaya sunya bindu bertambah besar, membesar sampai memenuhi angkasa raya Dharmadhatu. Sinar hati Para Buddha tersebut sepenuhnya melebur dengan nadi hati lima warna dalam hati  sadhaka. 
  
Saat itulah sadhaka dapat menyaksikan 42 Adinata santam dan 58 Adinata krodha. 
  
5. Semua fenomena di luar diserap ke dalam nadi hati lima warna, di dalam sinar pelangi lima warna, menampilkan Yidam Kekuatan Sendiri. Inilah Maha Siddhi. 
 
Dharmaraja Ganden Tripa mendengarkan pembabaran Dharma saya memahami bahwa kondisi yang saya tuturkan sangat luar biasa tinggi. 
 
Dharmaraja Ganden Tripa menganugerahkan Rompi Dharmaraja kepada saya, ini merupakan pengesahan yang sangat mulia. Saya tidak hanya mempunyai pengesahan dari Para Buddha, namun juga pengesahan dari Dharmaraja di alam manusia.
  
 
Judul Asli :
黃教教主甘丹帝巴法王尊崇蓮生活佛
 
Sumber :
 
Diterjemahkan Oleh Lianhua Shian
 
Video :
 
◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?