Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Silsilah Satya Buddha > Kasur Jigme L Rinpoche Dari Gelugpa Menerima Abhiseka Dari Dharmaraja Lian-sheng


Kasur Jigme L Rinpoche Dari Gelugpa Menerima Abhiseka Dari Dharmaraja Lian-sheng

 

Setelah kunjungan dari Dharmaraja tertinggi dalam Gelugpa , Dharmaraja Ganden Tripa pada bulan September, beberapa hari yang lalu Kasur Jigme L Rinpoche pimpinan Pusat Studi Kebudayaan Tibet datang ke Seattle untuk mengunjungi Mahaguru Buddha Hidup Lian-sheng.
 
Kasur Jigme L Rinpoche lahir di daerah Amdo Tibet, belum genap usia dua tahun beliau telah dipastikan oleh seorang Lama Agung sebagai titisan. Kemudian beliau tiba di Rongwo Monastery ( Longwu Monastery ) untuk menekuni bhavana. Setelah tahun 1966, Jigme Rinpoche membantu Dalai Lama untuk mengurusi hal-hal penting. Rinpoche saat ini berusia 57 tahun, terlahir dalam keluarga penganut Nyingmapa, beliau sendiri adalah Gelugpa, seumur hidupnya digunakan untuk bhavana dan aktivitas Bodhi.
  
September tahun ini, Jigme Rinpoche untuk pertama kalinya berjumpa dengan Mahaguru , beliau juga turut mendukung Upacara Agung Api Homa Yamantaka Vajra yang dipimpin oleh Mahaguru, serta menerima abhiseka dari Mahaguru. Saat upacara, beliau juga sempat mempersembahkan pelantunan mantra dan gatha.  
 
Pada 19 Oktober , Jigme Rinpoche kembali berkunjung ke Zhenfo Miyuan untuk berjumpa dengan Mahaguru, dengan penuh ketulusan mempersembahkan hata. Rinpoche mengatakan bahwa Dharmaraja Lian-sheng sungguh berbeda dengan yang lain, beliau mengutarakan : “Mahaguru bukan seorang bhiksu biasa, beliau telah mengulas sutra bagi 4 juta siswa, mampu menganugerahi kebahagiaan dan berkah bagi para insan, beliau memiliki Dharmabala.”
 
Jigme Rinpoche juga berkeliling menikmati keindahan Vihara Zhenfo Zong yang pertama, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple. Dengan tulus beliau mempersembahkan hata kepada Buddha Bodhisattva di altar, sebagai tanda penghormatan tertinggi. Pada malam harinya, Rinpoche berpartisipasi dalam puja bhakti bersama, serta memberikan kata sambutan, Bapak Lazhou yang menyertainya bertugas sebagai penterjemah. Jigme Rinpoche mengatakan : “Hal paling penting di dunia adalah bhavana, namun apabila tiada seorang penuntun yang demikian istimewa seperti Bhagavan Buddha Hidup Lian-sheng, maka bhavana akan sangat sukar. Semua yang hadiri di sini sungguh memiliki afinitas erat, dapat menekuni Sadhana Tantra yang ditransmisikan oleh Bhagavan Lian-sheng, saya yakin kita semua memperoleh pencerahan Dharma lebih banyak lagi.”
 
 
Saat Jigme Rinpoche melihat para siswa bernamaskara dan menghaturkan pujana kepada Guru Bhagavan, beliau mengatakan : “Dalam Tantrayana, apabila seorang siswa tidak mempunyai penghormatan tulus terhadap Guru nya sendiri, maka sekalipun menekuni berbagai metode, namun tidak akan memperoleh keberhasilan apapun !” Rinpoche juga mengatakan : “Semoga Bhagavan Guru Lian-sheng senantiasa menetap di dunia, untuk mentransmisikan Buddha Dharma lebih luas dan lebih banyak lagi, menuntun semua makhluk.” Mendengar ungkapan tulus dari Rinpoche, semua yang berada di lokasi bertepuk tangan . 
 
Keesokan harinya, Mahaguru dengan penuh keakraban menemani Jigme Rinpoche untuk mengunjungi dan melihat-lihat seluruh penjuru Rainbow Villa, saat memperkenalkan lokasi pertapaan di Rainbow Villa, Jigme Rinpoche dengan antusias mengatakan bahwa kelak juga ingin melakukan retret di Rainbow Villa.
 
◎  Berita Terbaru :
January 30th, 2007 @ 5:20pm, Jigme Lhundup Rinpoche (Kasur) arrived in Seattle to meet with Living Buddha Lian Sheng :
Judul Asli :
黃教金美仁波切接受蓮生活佛灌頂
 
Sumber :
Diterjemahkan Oleh Lianhua Shian
 
◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?