Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Silsilah Satya Buddha > Dalai Lama Mengkonfirmasi Dharmaraja Lian-sheng


Dalai Lama Mengkonfirmasi Dharmaraja Lian-sheng

 

Sumber : Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng, Buku 86
 
Pertemuan Buddha Hidup Lian-sheng Dengan Dalai Lama
 
 
 
Pada tanggal 12 November 1996 pukul 2:20 sore, di Dharmasala India, untuk pertama kalinya Buddha Hidup Lian-sheng berjumpa dengan Dalai Lama.
 
Sebenarnya pada Juni 1993 saat Dalai Lama mengunjungi Seattle, telah menjadwalkan kunjungan ke Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, namun dikarenakan bertepatan dengan jadwal Buddha Hidup Lian-sheng untuk membabarkan Dharma di Taiwan, maka kesempatan untuk berjumpa telah terlewatkan. Pertemuan kali ini telah berlalu tiga tahun. 
 
Pada pertemuan kali ini Buddha Hidup Lian-sheng Sheng-yen Lu membawa serta 18 orang, diantaranya adalah Acarya Lian-xiang, Acarya Chang-ren, Acarya Chang-zhi, Acarya Lian-man, Acarya Lian-deng, Acarya Lian-bao, Acarya Lian-jie, Acarya De-hui, Acarya Cheng-zu, Acarya Lian-zhu, Acarya Lian-miao, Acarya Lian-ci, Acarya Lian-ning, Bhiksu Lian-lian, Bhiksu Lian-ji dan Toni Zhou sebagai kameramen.
   
Sedangkan yang menyertai Dalai Lama adalah Pimpinan Vihara Drepung Sesepuh Konchok Pasang Rinpoche, Tianqing Geshe, penterjemah adalah Losang Angwang dan satu orang pengikut.
 
Terlebih dahulu, pada pukul 2:20 sore Dalai Lama berdiri di depan pintu ruang pertemuan, beliau sendiri membuka pintu menyambut kami.
 
Setelah semuanya duduk, saya dan Dalai Lama berbincang-bincang.
 
Saya memperkenalkan kondisi terkini dari Zhenfo Zong, mengutarakan bahwa saat ini Zhenfo Zong mempunyai 30 Vihara Vajragarbha, 300 cetya, 4 juta siswa, serta memberitahu Dalai Lama bahwa kedatangan ke India kali ini yang terutama adalah untuk Berdharmayatra ke Delapan Tempat Suci Utama, sekaligus mengunjungi Bodhimanda Tantrayana, serta Tiga Vihara Agung di India Selatan. Saya juga memperkenalkan perjalanan bhavana diri sendiri dan silsilah , juga membicarakan mengenai Mahamudra dalam Kagyudpa, Vajrabhairava dalam Gelugpa, Mahaparipurnavijayaprajna dalam Sakyapa dan Mahaati dalam Nyingmapa, ini merupakan Mahasadhana tertinggi dalam empat aliran.
 
Diantaranya, dalam diskusi yang paling banyak dikonfirmasi adalah Mahamudra dan Dzogchen, serta Sadhana Kalacakravajra.
  
Saya menceritakan bahwa Mahamudra yang saya tekuni berasal dari Karmapa ke 16, dan ‘Kiat Yoga Mahamudra Jalan Menuju Nirvana’ dari Dawa-samdup Gesheyang diterjemahkan ke Bahasa Inggirs oleh Prof Wen-ci. Menurut saya empat yoga Mahamudra dan Enam Yoga Naropa, seharusnya merupakan intisari dari Mahamudra.
 
Mendengar penjelasan saya, Dalai Lama menganggukan kepala.
 
Dalai Lama menanyakan dua tahapan Dzogchen,
Saya menjawab : “Yang satu adalah Togel dan yang satu adalah Trekcho.”
 
Dalai Lama menanyakan : “Saat menekuni Togel, fenomena apakah yang muncul ?”
 
Saya menjawab : “Saat Togel, yang pertama kali saya saksikan adalah sinar bindu, kemudian adalah Rantai Vajra, kemudian adalah Buddha, Yidam Buddha, menyaksikan Buddhaksetra, menyaksikan Buddha Yab Yum, tampil sempurna meliputi angkasa raya Dharmadhatu . Ini merupakan empat fenomena dalam penekunan Togel.”  
 
Begitu saya menerangkan, sorot mata Dalai Lama seperti terkejut, kemudian menganggukan kepala, sebagai tanda benar.
  
Dalai Lama kembali bertanya : “Apakah Anda telah menguasai Kalacakra Tantra ? Dalam Tantra terdapat satu Sunya-rupa, apakah Anda menguasainya ?”
 
Saya mengatakan :
“Dalam hal sunya – rupa, saya melebur di dalamnya, keduanya ini harus diselaraskan dengan baik, tidak boleh timpang pada sunya, juga tidak boleh timpang pada rupa, berjalan di tengah, berjalan menapaki jalan tengah. Dalam bhavana, sepenuhnya menata batin sendiri, menyelaraskan rupa-laksana dan sunyata, ini merupakan bhavana Sunya dan Sukha.”
 
Dalai Lama mengatakan :
“Apabila tanpa menggunakan Vajrachedikka Sutra dan Hrdaya Sutra dalam mengulas sunya dan rupa, menggunakan Kalacakratantra untuk mengulas sunya dan rupa, bagaimana hal tersebut ? Bukan rupa tiada berbeda dengan sunya, sunya tiada berbeda dengan rupa.”
 
Saya menjawab :
“Tubuh Berpasangan dan Bhavana Selaras”
 
( Empat Sukha dan Empat Sunya ) Mudita memperoleh Nirmanakaya, Pramudita memperoleh Sambhogakaya ,  Visesamudita memperoleh Dharmakaya dan Sahajamudita memperoleh Tattvamkaya.
  
Dalai Lama mengatakan :
“Jangan sengaja mengejarnya, melainkan biarlah hadir secara alamiah.”
  
Kami juga berdiskusi mengenai Nagarjuna Bodhisattva dan Trisastra. Madhyamaka Sastra merupakan teori dalam Mahayana , yaitu 500 Gatha Nagarjuna Bodhisattva. Dvadasamukha Sastra adalah dua belas metode yang menghancurkan kemelekatan Mahayana, merupakan pengembangan ajaran Mahayana. Selain itu , Shatika Sastra ditulis oleh siswa dari Nagarjuna Bodhisattva, yaitu Devabodhisattva, menghancurkan kemelekatan Non Dharma dari Hinayana dan Mahayana.
 
Dalam hal ini saya memiliki pendapat sendiri, Dalai Lama juga memiliki pendapatnya sendiri, pemahaman kami tidak selalu sama.
 
Dalai Lama bertanya lagi :
“Dalam Tantra Tibet ada empat bagian metode, sedangkan dalam Tantra Tiongkok ada berapa bagian ?”
  
Saya menjawab :
“Empat bagian yang diuraikan dalam Sngags-rim chen-mo adalah Kriyatantra, caryatantra, yogatantra dan anuttaratantra. Sedangkan Tantra Tiongkok ditransmisikan oleh Bhiksu Huiguo kepada Kobo Daishi kemudian ke Jepang, seharusnya hanya ada tiga tantra, tidak ada Anuttaratantra.”
 
Dalai Lama menganggukan kepala dan mengatakan : “Anuttarayoga tidak ada di Jepang dan Tiongkok. Di sana hanya tersebar luas dan dipraktekkan caryatantra dan yogatantra.”
  
Pertemuan saya dengan Dalai Lama sepenuhnya mendiskusikan Buddha Dharma. Tianqing Geshe mengatakan : “Ini adalah suasana yang belum pernah terjadi dan belum pernah saya jumpai.”  
 
Menurut penjelasan Tianqing Geshe, ternyata Dalai Lama pada mulanya telah merencanakan begitu saya tiba, terlebih dahulu adalah  ramah tamah, kemudian Dharmadesana dari Dalai Lama, dilanjutkan kami bersama – sama melantunkan sutra dan lain sebagainya.
 
Namun begitu Dalai Lama berjumpa dengan saya, semua susunan acara yang direncanakan telah berubah , tanpa mengatakan apapun, langsung masuk pada diskusi Tantra.
 
Menurut Tianqing Geshe :
 
1. Keduanya merupakan tokoh Buddhisme, tentu saja saat berjumpa harus membicarakan Buddha Dharma, inilah yang dilakukan oleh dua tokoh ahli.
2. Tidak pernah menyaksikan pertemuan Dalai Lama yang demikian.
3. Suasana menarik saat diskusi , belum pernah terjadi.
4. Sungguh merasa salut terhadap Buddha Hidup Lian-sheng.
5. Tanya jawab mengalir bagai aliran air, mencakupi sutrayana dan tantrayana, apabila bukan seorang sadhaka sejati, maka dalam diskusi pasti muncul suasana kaku.
6. Dalai Lama menganggukan kepala , sangat memuji dan bersukacita.
7. Buddha Hidup Lian-sheng menghadiahkan Cakra Mantra Padma yang terbuat dari emas murni, sebuah pemberian yang sangat bermakna.
  
  
Saya bertanya kepada Losang Angwang :
“Apakah Anda memahami makna di dalam diskusi Dharma antara Buddha Hidup Lian-sheng dengan Dalai Lama ?”
 
Losang Angwang mengatakan :
“Saya telah menempuh pendidikan selama enam tahun dalam Pusat Studi Tantra, namun belum pernah mendengar Dharma Agung yang demikian, saya tidak tahu apakah itu Rantai Vajra ?”
 
Saya menjawabnya :
“Dalam Dzogchen pada hakekatnya ada dua metode penekunan : yaitu Trekcho dan Togel. Togel merupakan metode tertinggi dalam Dzogchen, metode sadhana ini dapat membuat Terang Prajna yang tersembunyi di dalam muncul saling bergabung berkesinambungan melalui enam macam cahaya, enam cahaya agung ini adalah :
 
1. Cahaya Hati Gumpalan Daging
2. Cahaya Nadi Yang Putih dan Lembut
3. Cahaya Air Penembusan Sempurna
4. Cahaya Kemurnian Loka
5. Cahaya Sunya Bindu
6. Cahaya Prajna Mahabodhi
 
Penyatuan enam jenis cahaya ini dapat disebut sebagai cahaya bindu, kemudian melanjutkan bhavana, maka akan muncul Rantai Vajra bagaikan untaian mutiara ekor kuda, Rantai Vajra ini dapat dikatakan merupakan untaian cahaya bindu.
 
Saya juga mengatakan :
“Setelah kemunculan Rantai Vajra, akan muncul rupa setengah tubuh dari Vajrasattva dan Pancadhyani Buddha, kemudian adalah sekujur tubuh dan tubuh berpasangan. Akhirnya muncul Buddhaksetra Pancadhyani Buddha, bahkan sepuluh penjuru Buddhaksetra yang tak terhingga banyaknya, seantero angkasa raya Dharmadhatu muncul sempurna.”
 
Makna utama penekunan Togel ada lima :
1. Tubuh, ucapan, pikiran, pintu, kondisi.
Kiat yang tertinggi adalah :
Luar dan dalam satu tubuh.
Aku dan Buddha tiada mendua.
Kondisi batin manunggal.
Tubuh bermanifestasi menjadi sinar pelangi.
 
 
Dalam tulisan ini saya harus kembali mengulas mengenai Kalacakratantra sebab Dalai Lama menanyakan perihal Sunya dan Rupa.
 
Saya menjawab : “Tubuh berpasangan dan bhavana selaras”
 
Yang dimaksudkan di sini adalah yab yum antara Kalacakra dengan Natsog Yum. Syaratnya adalah kedua belah pihak harus merealisasi yukta tiga bagian awal, telah memperoleh Abhiseka Paripurna, harus mentaati ikrar dan vinaya, pencerahan kedua belah pihak harus sama.
  
 Sahajananda membangkitkan kundalini, kemudian kundalini meleburkan Bodhi putih dari cakra usnisa, dan Bodhi putih mengalir melalui lima cakra, memperoleh mudita, pramudita, visesamudita dan Sahajamudita. ( Ini merupakan sisi Rupa )
 
Kemudian Catvari-mudita ditransformasikan menjadi Catur-sunya. ( Ini merupakan sisi Sunya )
 
Intinya adalah :
Dalam Yab-yum, Bodhicitta tidak bocor, hasilnya adalah materi prana dan tubuh jasmani akan sirna, pada akhirnya bahkan Bodhi Merah dan Bodhi Putih juga sirna. Sadhaka merealisasi tubuh Sunya Rupa, antara Sunya dan Rupa satu hakekat.
 
Inilah Mahasiddhi Sinar Pelangi.
 
Dalai Lama sering memimpin Upacara Agung Kalacakra dan mentransmisikan dan memberikan Abhiseka Kalacakra.
  
Setelah saya berjumpa dengan Dalai Lama, saya berikrar, di masa mendatang, saya akan menyelenggarakan Upacara Agung Kalacakra, mentransmisikan Sadhana Kalacakra, mengajarkan bagaimana mentransformasi tubuh jasmani ( rupa ) menjadi sunya.
 
  Perbincangan antara saya dengan Dalai Lama,  merupakan permulaan jaman  Zhenfo Zong, bahwa tingkatan Kebuddhaan adalah setara.
  
 
Judul Asli :
達賴喇嘛印證蓮生活佛
 
Sumber :
Diterjemahkan Oleh Lianhua Shian
 
◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?