Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Silsilah Satya Buddha > Dharmaraja Lian-sheng Berdharmadesana di Vihara Drepung


Dharmaraja Lian-sheng Berdharmadesana di Vihara Drepung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Saya Berdharmadesana di Dharmasana Vihara Drepung 
 
《  Kutipan Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng, Buku 121  》
 
 
15 November 1996.
Sekitar dua ribu anggota Sangha, berada di Aula Sutra Mahavimana, melantunkan Abhisamayalajkara-Sastra dari Maitreya Bodhisattva dan Tara Sutra.
  
Kemudian pimpinan vihara, Sesepuh Khonchok Pasang mempersilahkan saya naik ke Dharmasana.
 
Terlebih dahulu, Sesepuh Konchok Pasang mengatakan :
“Kepada Buddha Hidup Lian-sheng Sheng-yen Lu , kami mengucapkan selamat datang di Drepung Loseling Monastery. Di India Utara, Buddha Hidup Lian-sheng telah menghadiri pertemuan dengan Dalai Lama, Dalai Lama juga sangat memuji pemahaman dan praktek Buddha Dharma dari Buddha Hidup Lian-sheng, sekarang kami teristimewa memohon Buddha Hidup Lian-sheng untuk Berdharmadesana.”
  
Berikut di bawah ini merupakan intisari Dharmadesana saya di atas Dharmasana di hadapan dua ribu anggota Sangha :
 
1. Memperkenalkan diri
2. Memperkenalkan Zhenfo Zong
3. Memperkenalkan cara penekunan dan tata ritual Sadhana Zhenfo Zong
4. Menekankan keutamaan semboyan tantrayana : Menghormati Guru, Menitikberatkan Dharma dan Tekun Bersadhana.
5. Memberi semangat kepada Para Lama untuk mengemban misi agung Tathagata.
6. Meneladani Para Guru Leluhur.
7. Siswa Buddha harus harmonis dan bersatu.
 
Saat saya Berdharmadesana, dua ribu anggota Sangha mendengarkan dengan seksama, kemudian bertepuk tangan meriah, suasana penuh keakraban, penuh sukacita.
 
Usai Dharmadesnaa, pihak Vihara Drepung bertukar hadiah dengan saya.
Saya menghadiahkan satu plat emas.
Vihara Drepung menghadiahkan tiga pusaka :
1. Vajrapani Bodhisattva : Melambangkan Dharmaraja Lian-sheng memutar Dharmacakra.
2. Sutra : Melambangkan Buddha Hidup Lian-sheng Berdharmadesana.
3. Stupa Sarira : Melambangkan kemurnian pikiran Buddha Hidup Lian-sheng, yang merupakan batin Buddha.
 
Tiga pusaka ini melambangkan : tubuh, ucapan dan pikiran, sungguh bermakna.
 
Saya naik Dharmasana untuk Berdharmadesana di Vihara Drepung, menurut seseorang ini merupakan hari bersejarah, sebab Vihara Drepung merupakan salah satu dari tiga vihara besar, bahkan yang terbesar di antara tiga vihara besar, mungkin juga akan tertulis dalam catatan sejarah Vihara Drepung.
 
Yang terpenting adalah, jika hari ini yang Berdharmadesana adalah Dalai Lama, maka itu merupakan suatu hal yang alamiah, yang memang semestinya.
 
Sama halnya dengan Para Rinpoche Sesepuh Berdharmadesana di sana, juga sudah semestinya, tidak mengherankan.
 
Namun, hari ini, di sebuah vihara terbesar, yang berasal dari luar, bukan orang Tibet, melainkan suku Han, naik ke Dharmasana untuk Berdharmadesana, hal ini tidaklah biasa. 
 
Banyak sadhaka yang memasuki Tantra Tibet , setelah mendalami akan mengetahui, bahwa Acarya Tibet yang mendalami metode tantrayana, memandang metode Tantrayana sebagai pusaka orang Tibet, penuh rasa bangga akan Buddha Dharma yang dimiliki suku Tibet.
 
Fenomena yang sesungguhnya adalah hanya Acarya Tibet yang duduk di atas Berdharmadesana sedangkan Sangha suku Han hanya duduk di bawah mendengarkan Dharma. Sangha suku Han yang memasuki Tibet untuk belajar metode tantrayana , begitu duduk , dengan patuh duduk di bawah, belajar dengan penuh ketulusan . 
 
Sungguh demikianlah menurut apa yang dicatat oleh Acarya Chen Jian-min  (陳健民上師) yang pernah mendalami metode Tantrayana di Tibet, Acarya Tibet sangat mengesankan, sedangkan Sangha suku Han hanya menurut, meskipun menderita, hanya dapat menelannya.
  
 Sangha Han masuk Tibet, hanya memohon Dharma.
Tidak ada kesempatan untuk Berdharmadesana.
 
Namun, 15 November 1996 di Mahavimana Vihara Drepung India Selatan, Buddha Hidup Lian-sheng Berdharmadesana di atas Dharmasana di hadapan dua ribu Sangha Tibet, fenomena ini tentu saja sangat istimewa, apabila Buddha Hidup Lian-sheng tidak memiliki kualitas nyata, bagaimana bisa Berdharmadesana di atas Dharmasana Vihara Drepung.   
 
Apakah ini sebuah permainan ?
Bukan ! 
Ini adalah nyata.
 
Begitu saya tiba di Vihara Drepung ( Drepung Loseling Monastery -哲蚌寺 ), disambut oleh ketua badan kepengurusan, Geshe Tashi Dhondup (塔西登都格西) masuk ke ruang tamu agung di lantai teratas di Mahavimana, Gathar Rinpoche (嘎塔仁波切) menjadi penterjemah Bahasa Mandarin, Rinpoche yang menguasai Bahasa Mandarin ini tahun ini berusia 24 tahun, saat berusia 16 tahun telah dikonfirmasi sebagai titisan Buddha Hidup, delapan tahun lalu dari Tibet masuk ke Vihara Drepung untuk mendalami Dharma.
 
Sebelum saya naik ke Dharmasana untuk Berdharmadesana, di ruang atas Mahavimana saya telah terlebih dahulu duduk di Dharmasana, menyaksikan semua anggota Sangha melantunkan sutra.
 
Bhiksu di Vihara Drepung menyajikan Ja-srub-ma ( Teh Tibet ) untuk saya minum, ini merupakan pertama kalinya saya meminum Teh Tibet yang paling wangi, mereka mengatakan bahwa teh spesial ini hanya dibuat untuk tamu agung, terbuat dari bahan yang paling berkualitas.
 
Saya tuliskan sebuah gatha untuk mengenang Pembabaran Dharma di atas Dharmasana :
 
Di atas Dharmasana membabarkan Kesejatian,
Tathagata Mahavaipulya tanpa batas kedalaman, 
Di atas Dharmasana maupun di bawah semua adalah Dharma,
Amrta Dharmadesana penghormatan bagi budi jasa Buddha.
 
 
Judul Asli :
蓮生活佛於哲蚌寺登座說法
 
Sumber :
 
◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
Diterjemahkan Oleh Lianhua Shian