Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Karya Tulis Mahaguru > 240_Gateway to Infinite Dharma Treasure > Rumus yang Paling Paling Paling Besar


Rumus yang Paling Paling Paling Besar

Saya lebih dulu ceritakan sebuah lelucon!

Seseorang mendatangi sebuah warung mi, makan semangkuk mi daging sapi, ia menemukan di dalamnya tidak ada daging sapi.

Ia bertanya pada penjual, "Pak! Pak! Di dalam mi daging sapi tidak ada daging sapi!"

Penjual menjawab dengan tegas, "Anda makan kue matahari, apakah di dalam kue matahari ada matahari?"

Pelanggan, "...."

Hahaha!

Lelucon ini mengandung makna yang sangat dalam, di dalamnya muncullah "rumus yang paling paling paling besar".

Dulu, saya sering berkata:

Di dalam kue matahari tidak ada matahari.

Di dalam kue bulan tidak ada bulan.

Di dalam kue istri tidak ada istri.

(Akhir-akhir ini, di Taiwan terjadi kasus "minyak goreng", di dalam minyak zaitun tidak ada zaitun, di dalam minyak wijen tidak ada wijen, di dalam minyak kacang tidak ada kacang, di dalam minyak cabai tidak ada cabai. ....)

Rumus ini adalah:

"Tidak ada, tidak ada, tidak ada". Dengan kata lain "tiada, tiada, tiada". Juga "kosong, kosong, kosong".

Maka dari itu, saya sering menuntun hingga ke bulan, di atas bulan ada apa? Di atas bulan tidak ada manusia, di atas bulan tidak ada mobil, rumah. Apapun tidak ada, di atas bulan tidak ada kekuasaan dan kedudukan, tidak ada uang, tidak ada kecantikan.

Saya bertanya:

Apa itu baik? Apa itu buruk? Apa itu benar? Apa itu salah? Apa itu Buddha? Apa itu Mara? Apa itu suka? Apa itu benci? Apa itu lurus? Apa itu sesat? ....di atas bulan.

Saya beritahu Anda semua, "Segalanya adalah sehampar samudera yang jernih dan tenang."

Inilah "melenyapkan hati dan melenyapkan lingkungan".

Rumus ini adalah:

Manusia dan segala hal ikhwal di atas bumi, semua orang kira nyata, benar-benar ada, terlalu nyata.

Namun, boleh berpikir seperti ini:

"Manusia bisa mati."

"Masalah bisa berlalu."

"Benda bisa rusak."

Semua benda berwujud di bumi ini, tidak luput dari "terbentuk, menetap, rusak, dan kosong", orang yang memiliki mata kebijaksanaan melihat beragam perubahan dalam sekejap, telah memahami "ilusi dan tidak nyata". Jika sadhaka dapat berpikir seperti ini, cepat atau lambat dapat mencapai pencerahan, inilah rumus yang paling paling paling besar.

Berpegang pada pemikiran semacam ini, penting sekali.

Berpegang pada rumus ini, maka bisa meninggalkan khayalan yang terbalik, meninggalkan keserakahan-kebencian-kebodohan, meninggalkan kerisauan.

Dengan kata lain:

Mengosongkan lingkungan luar.

Melenyapkan lubuk hati.

Luar dan dalam musnah.

Dari mana timbulnya khayalan?

Renungkan sejenak "rembulan dalam air", renungkan sejenak "bunga dalam cermin", renungkan sejenak diri sendiri di dunia Saha, apa yang sebenarnya dapat kita peroleh? Dengan demikian, maka dapat mencapai pencerahan agung!

Kata-kata di dalam Dream of Red Mansion, saya persingkat:

Rumah lusuh ruang kosong, dulu tongkat kerajaan memenuhi ranjang.

Rumput lemah willow layu, pernah berkorban demi pentas lagu dan tari.

Lipstik yang sangat kental, bedak yang sangat wangi, kedua sanggul sekarang menjadi embun beku.

Emas memenuhi peti, perak memenuhi peti, sekejap mata menjadi pengemis dan difitnah semua orang.

Menyesalkan hidup orang lain tidak panjang.

Mana tahu diri sendiri pulang untuk belansungkawa.

Asal membakar,

Anda cukup bernyanyi, saya yang tampil.

Sangat konyol.